Ya, tulisan ini tidak terlalu mengada ada. Karena selama 1 bulan saya tinggal di Solo saya merasa Solo sangat merakyat. Terutama mengenai makanannya. Saya beberapa kali takjub saat hendak membayar,sangat terjangkau sekali. Untuk saya yang berasal dari Surabaya, jelas delicacy Solo sangat cocok dengan lidah dan terutama kantong saya.
Ada banyak makanan lokal yang recom , namun rupanya karena kesibukan saya, waktu 1 bulan saya hanya sanggup menjelajah beberapa saja.
1. Makobar 1996 ( Martabak Kotta Barat ) #delapan rasa
Martabak Manis tampaknya menjadi favorit sejak Presiden Jokowi menikahkan putranya. Saya mencari info ke driver tempat saya bekerja, dan driver saya menyarankan ke Martabak manis yang menurutnya lebih mantap. Jadilah saya ke tempat ini. Yang berbeda adalah martabak manis ini diberi topping sebanyak 8 rasa ( keju, meses, kitkat, silver queen , tobleron,ovomaltine , 2 laginya saya lupaaaa heheheeh) untuk rasa , saya penggemar coklat , sehingga jelas 8topping ini sangat menari nari dilidah saya. Penyajiannya pun berbeda, karena tidak ditutup, melainkan di buka. sehingga cara memakannya per slice seperti pizza. Lot of calories indeed, but why not?? price Rp. 50.000
2. Selat Solo
Ada 3 Selat yang terkenal di Solo, Selat mb Lies ( jl. Serengan) , Omah Selat ( Gotong Rotong no. 13) dan Selat Vien's ( ruko srambatan jl, Hasanudin 99D)
Untuk saya pribadi saya menyukai Omah Selat. Alasanya ada beberapa. Omah Selat depan sangat biasa namun ternyata menyimpan rahasia saat kita memasuki dalamnya. Suasanya tempo doloe sangat kental. Ruangan dipenuhi dengan interior khas Jawa . Dari gebyok, foto, hingga printilan macam gelas dll. Harganya pun relatif murah . Rp 17.000.
Selat semacam bistik dengan cita rasa jawa. Biasanya selat mereka juga menjual sup matahari dan gelantine. Masalah harga vien's paling murah hanya Rp.6500 anda sudah dapat menikmati selat. Omah Selat dan Mb Lies setara untuk masalah harga.
![]() |
| Interior di Omah Selat |
![]() |
| Gelantine di Omah Selat |
Di Solo sangat berbeda dengan Surabaya. Soto disini berkuah jernih tidak terlalu kuning , kental dan tidak berpoya. Saya sempat mencoba 2 jenis soto . Soto Gading Wetan yang berada di dekat alu alu keraton bagian kidul dan soto sore (arah tawamangu 1 km - karanganyar ) . Untuk yang menyukai kesegaran , soto ini terasa segar dan ringan .
![]() |
| Soto Gading Wetan 1 porsi, perkedel dan es teh manis Rp. 15.000 |
![]() |
| per porsi mangkok kecil Rp. 5000 ( sambal nya hanya tambahn saya yang penggemar pedas) |
Seperti Jogja tampaknya Gudeg juga termasuk makanan favourite orang Solo. Hanya saja rasa Gudeg Solo tidak terlalu manis. Ada salah satu Gudeg yang menarik untuk saya coba, yaitu Gudeg Ceker bu Kusno. Sayangnya untuk pendatang seperti saya yang mengandalkan antar jemput kantor, sangat tidak memungkinkan makan di tempat tersebut. Karena tempat tersebut hanya buka saat dini hari , yaitu jam 2 dini hari. Akhirnya mecoba alternatif lain. Saya menemukan food court di depan The Park menurut orang sekitar gudeg ceker tersebut yg menjual adalah putri bu Kusno. Gudeg yang saya coba terasa gurih. Ceker atau kaki ayamnya telah dipresto sebelumnya sehingga empuk. Tewelnya tidak terasa terlalu manis.
5. Tengkleng
Tengkleng adalah makanan berbahan dasar kambing. Sehingga yang mempunyai darah tinggi beware. Makanan ini seperti gule . Full of spices. Yang suka makanan berat , tengkleng bisa menjadi alternatifnya. Di Solo ada 2 yang terkenal. Tengkleng di pojokan pasar klewer dan Tengkleng bu Diah.
![]() |
| mb Diah yang masih melayani orderan Tengkleng |
6. Timlo
Timlo termasuk makanan khas Solo. Yang terkenal adalah Timlo Sastro. Ada beberapa isianya ada yang jerohan dan ada yang berisi sosis. Jangan salah, sosis yang dimaksud adalah sosis solo yaitu gulungan telur terigu dengan isian daging ayam didalamnya, seperti semar mendem or lemper tapi tanpa ketan. Timlo dalam hal ini seperti lumpia namun isiannya mie suun dan wortel.
![]() |
| Timlo Sastro dengan isian Komlit yaiu jeroan dan sosis |









