Senin, 26 November 2012

I am Gabriel

I am Gabriel


Judul Film yang saya tonton minggu lalu. Film yang menarik tentang HOPE.






Film ini bercerita tentang keputusasaan masyarakat kota Promise, Texas. Kehilangan harapan dalam segala aspek kehidupan. Dimulai dari meninggalnya anak yang baru dilahirkan, ladang yang tidak menghasilkan, ekonomi yang morat dan marit dan rumah tangga yang hancur. Kota ini benar benar kehilangan Happinessnya.
Hingga Tuhan mengutus malaikatnya yaitu Gabriel. Kota ini diingatkan untuk mulai berlutut dan berdoa. Bercakap cakap dengan Tuhan. Kembali berpengharapan kepada Tuhan. Dan ya... Tuhan tidak pernah ingkar. Dia selalu menepati janjiNya. Kalau Dia benjanji menjaga kita, janji itulah yang akan ditepatinya hingga akhir hidup kita.
Penduduk promise Texas  memulai untuk berlutut dan berdoa , setelah itu banyak pemulihan terjadi. Pemulihan dalam segala aspek kehidupan. Kebahagiaan sejati dan mujizat nyata. dialami  oleh seluruh penduduk. Tuhan mau mendengar suara kita. Tuhan mau kita seperti anak anak kecil yang murni hati datang , merangkul dan duduk di kaki Yesus. Mari kita bersama berdoa untuk kota kita tercinta, mari kita bersama kita berdoa untuk Indonesia tercinta. This's time for REVIVAL!!
Saat Gabriel muncul, ada satu pesan yang menurut saya cukup menarik, Kadang saat ada seseorang dipakai Tuhan sebagai messengernya , masyarakat terkadang salah paham, dan mulai men"Tuhan" kan orang tersebut. Ini terjadi pada Gabriel, masyarakat yang melihat mujizat mengatakan " ini adalah karyaMu" berbondong datang kepada Gabriel. Dan....Gabriel mengatakan " i`m just HIS messenger. Don't praise me, Praise God who make things happen". Jangan me'Tuhankan" hamba Allah, karena mereka adalah alat Tuhan. Puji dan sembahlah Tuhan Allah yang hidup.
Di film ini ada hal yang  paling membuat saya  menitikkan air mata, saat  Gabriel datang kepada seseorang yang dipanggil Doc, dia datang dan mengatakan " sudah waktunya engkau pulang ke rumah Bapa" . Dan doc mengatakan suatu kehormatan karena engkau yang diutus Bapa untuk menjemputku. Gabriel mengatakan " karena memang engkau layak dijemput" . Tak lama kemudian, doc melihat cahaya kemuliaan yang luar biasa indah, tak lama dari itu dia tersenyum dan meninggal. Saya teringat papa saya almarhum. Yang meninggal tiba2 tanpa sakit dan tersenyum. Saya meyakini bahwa malaikat Allah sendiri yang datang diutus untuk menjemput papa. Sungguh benar, papa sudah kembali pulang kerumah Allah Bapa di sorga. Dan saya yakin saat kita berkenan kepadaNya, kita pun akan kembali pulang ke rumah Bapa dengan indah dan bahagia. Kematian yang tampaknya mengerikan untuk orang dunia, namun tampak luar biasa indah untuk orang beriman. Bila ada yang menanyakan saya saat ini tentang kematian papa, tak lagi saya berdukacita, karena untuk saya papa tidak mati, namun papa hidup dan kembali pulang ke rumah Bapa yang kekal.
Amin.



 







Jumat, 23 November 2012

Memorized of Papa

                                                Memorized of  Papa 
                                              (31 Januari 1949- 15 Oktober 2012


15 Oktober adalah hari yang sangat mengejutkan. Papa meninggal. Tidak pernah saya banyangkan kalo saya bakal ditinggal dengan cara yang sangat mengejutkan.
jam 15.00 WIB mama masi mengabarkan kondisi papa, dan 15.20 WIB mama menagis histeris, saat itu yang terasa adalah kebingungan yang luar biasa dan perasaan takut yang amat sangat. 
Perjalanan saya ke RSAL adalah perjalanan terlama yang saya tempuh. Tak ada yang bisa saya lakukan selain berdoa. Ditengah perjalanan saya mendapat penglihatan ada undangan adek saya bertuliskan " Laksma TNI (purn) Suharminto alm. Saya telah mendapat firasat saat tangisan itu, papa saya sudah pergi. Berpuluh puluh kali saya berdoa , doa Bapa Kami ( doa yang diajarkan Yesus lah yang terucap)
Bapa Kami yang ada didalam surga
Dikuduskanlah namaMu, datanglah kerajaanMU dibumi dan di sorga
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
dan ampunilah kami atas kesalahan kami, seperti kami mengampuni orang yang bersalah kepada kami
Janganlah membawa kami kedalam pencobaan,tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat
karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan Kuasa dan Kemuliaan 
sampai selama lamanya

Hanya doa sajalah yang ....dannnnn RSAL....saya lihat papa sudah dingin. Usaha dokter untuk pertolongan tidak ada hasil. Saya seolah melihat papa merangkul kami berdua...
Ya... Selamat jalan papa...Yesus sudah merangkulmu

Saya mendengar cerita detik detik perginya papa. Tak ada amarah, kesedihan dan kesakitan. Yang tampak muka lega dan bahagia. Kami meyakini papa bahagia bersama Yesus.

Psalm 23:6 
Surely Your goodness and unfailinng love will pursue me all the days of my life, and i will live in the house of the LORD forever.


Papa, air mata ini tak berhenti mengalir saat mengingatmu. Betapa saya bangga punya papa sepertimu.
Teringat kata katamu selalu tentang saya. "Jaga Emosi, Disiplin, yang correct"
hahhahahaha, papa adalah saya , cara berpikir kami sama. Sehingga kami adalah oposisi, sparing pather dalam byk diskusi.
Yang saya sesalkankan menjelang akhir hidupnya saya jarang menciumnya, jarang memeluknya, jarang mengatakan saya minta maaf dan jarang mengatakan saya mencintainya.
Papa dari surga engkau tau kah, saya sangat bangga dan mencintaimu???
Maaf saya papa......

dan 40 hari telah berlalu.....
Tenanglah papaku sayang di tidur panjangmu bersama Tuhan Yesus. Engkau telah menyelesaikan pertandingan hidupmu. Dengan kemenangan.
Finish sampai garis akhir.