Selasa, 19 Mei 2015

Kisahku dan Ijen

Berasa alay memberi judul dalam blog ini "Kisahku dan Ijen"  .  Tapi ini adalah janji saya terhadap diri saya , bila sampai di Surabaya , yang saya lakukan adalah menulis kisah saya ini .  # Berasa alay beneran , hahahahahha

Kawah Ijen adalah destinasi wisata yang sudah saya canangkan sejak tahun lalu, tergoda dengan foto foto cantik yang terupload di media social. Rasa penasaran terhadap keindahan Kawah Ijen membuat saya exited dengan perjalanan ini. 
Bangun jam 1 pagi dan berkendara menuju pos  Paltuding , jam 2.30 saya mulai pendakian.  10 Menit pertama saya nyaris give up. Nafas terasa berat, hati ini bergolak " lanjut atau mundur " . Rupanya rasa gengsi mengalahkan rasa capek. Berulang kali saya berkata pada diri saya " Tya kamu pasti bisa, melangkah saja , melangkah " . Berulang kali pula saya berdoa " Tuhan kuatkan saya" . 2 Jam kemudian saya sampai. Achievement saya, melihat kawah ijen accomplish   . Langkah saya memang tidak cepat, mungkin bagi pendaki gunung perjalanan yang saya tuliskan adalah sebuah lelucon, tapi tidak untuk saya. Untuk saya ini merupakan sebuah filosofi hidup.   
1. Sama seperti saat saya mendaki, hidupun demikian. Akan ada dakian dalam hidup yang memberatkan. Membuat ngos ngosan, membuat payah , membuat letih dan nyaris putus asa.  Yang membuat saya letih karena saya tidak melatih tubuh saya dengan baik.  Seandaimya saya rajin berolahraga , mungkin ini tidak akan terjadi. Dalam hidupun demikian, latihlah iman kita dengan mendekatkan diri padaNya. Saat iman kita meningkat, kita akan dapat menghadapi semua problema hidup dengan lebih bijaksana. 
2. Saat berada titik putus asa dan pilihan adalah mundur, tetaplah melangkah. Walau dengan langkah yang pelan . Karena melangkah akan mendekatkan kita dengan impian.
3. Saat langkah terasa sangat berat dan dada terasa sesak, berhentilah. Bernafaslah lebih dalam relaxkan kaki. Saat ada masalah, berhentilah sejenak untuk merenungkan, merefleksi apa yang terjadi. Relaxkan hati dan pikiran kita . Jangan MUNDUR , dan menyerah!
4. Tidak ada kekuatan yang lebih kuat dari sebuah Doa. Doa adalah charge terbaik. Membuat kita sadar, bahwa kita ini kecil tanpaNYA. Kita ini tidak ada apa apanya. Apa yang kita sombongkan?
5. Saya beruntung karena mendaki bersama teman teman yang memberi support. Dalam hidup, bertemanlah dengan orang yang memberi motivasi. Bukan sebaliknya. Berteman dengan orang yang pesimis akan membuat kita sulit melihat hidup ini indah dari segala sudut.
6. Saat saya lelah , saya bertanya berapa jauh ? masih lamakah? . Pertanyaan yang membuat saya semakin terasa lelah. Dalam kehidupan pun demikian. Jangan bertanya " kapankah masalah ini akan berakhir " . Jalani saja kehidupan ini , lurus kedepan. dan .... kita akan menyadari ternyata kita telah di puncak dan masalah yang membebani kita ternyata telah berada di belakang dan telah terlewati. 






Tidak ada komentar:

Posting Komentar