Memorized of Papa
(31 Januari 1949- 15 Oktober 2012
15 Oktober adalah hari yang sangat mengejutkan. Papa meninggal. Tidak pernah saya banyangkan kalo saya bakal ditinggal dengan cara yang sangat mengejutkan.
jam 15.00 WIB mama masi mengabarkan kondisi papa, dan 15.20 WIB mama menagis histeris, saat itu yang terasa adalah kebingungan yang luar biasa dan perasaan takut yang amat sangat.
Perjalanan saya ke RSAL adalah perjalanan terlama yang saya tempuh. Tak ada yang bisa saya lakukan selain berdoa. Ditengah perjalanan saya mendapat penglihatan ada undangan adek saya bertuliskan " Laksma TNI (purn) Suharminto alm. Saya telah mendapat firasat saat tangisan itu, papa saya sudah pergi. Berpuluh puluh kali saya berdoa , doa Bapa Kami ( doa yang diajarkan Yesus lah yang terucap)
Bapa Kami yang ada didalam surga
Dikuduskanlah namaMu, datanglah kerajaanMU dibumi dan di sorga
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
dan ampunilah kami atas kesalahan kami, seperti kami mengampuni orang yang bersalah kepada kami
Janganlah membawa kami kedalam pencobaan,tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat
karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan Kuasa dan Kemuliaan
sampai selama lamanya
Hanya doa sajalah yang ....dannnnn RSAL....saya lihat papa sudah dingin. Usaha dokter untuk pertolongan tidak ada hasil. Saya seolah melihat papa merangkul kami berdua...
Ya... Selamat jalan papa...Yesus sudah merangkulmu
Saya mendengar cerita detik detik perginya papa. Tak ada amarah, kesedihan dan kesakitan. Yang tampak muka lega dan bahagia. Kami meyakini papa bahagia bersama Yesus.
Psalm 23:6
Surely Your goodness and unfailinng love will pursue me all the days of my life, and i will live in the house of the LORD forever.
Papa, air mata ini tak berhenti mengalir saat mengingatmu. Betapa saya bangga punya papa sepertimu.
Teringat kata katamu selalu tentang saya. "Jaga Emosi, Disiplin, yang correct"
hahhahahaha, papa adalah saya , cara berpikir kami sama. Sehingga kami adalah oposisi, sparing pather dalam byk diskusi.
Yang saya sesalkankan menjelang akhir hidupnya saya jarang menciumnya, jarang memeluknya, jarang mengatakan saya minta maaf dan jarang mengatakan saya mencintainya.
Papa dari surga engkau tau kah, saya sangat bangga dan mencintaimu???
Maaf saya papa......
dan 40 hari telah berlalu.....
Tenanglah papaku sayang di tidur panjangmu bersama Tuhan Yesus. Engkau telah menyelesaikan pertandingan hidupmu. Dengan kemenangan.
Finish sampai garis akhir.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar