I am Gabriel
Judul Film yang saya tonton minggu lalu. Film yang menarik tentang HOPE.
Film ini bercerita tentang keputusasaan masyarakat kota Promise, Texas. Kehilangan harapan dalam segala aspek kehidupan. Dimulai dari meninggalnya anak yang baru dilahirkan, ladang yang tidak menghasilkan, ekonomi yang morat dan marit dan rumah tangga yang hancur. Kota ini benar benar kehilangan Happinessnya.
Hingga Tuhan mengutus malaikatnya yaitu Gabriel. Kota ini diingatkan untuk mulai berlutut dan berdoa. Bercakap cakap dengan Tuhan. Kembali berpengharapan kepada Tuhan. Dan ya... Tuhan tidak pernah ingkar. Dia selalu menepati janjiNya. Kalau Dia benjanji menjaga kita, janji itulah yang akan ditepatinya hingga akhir hidup kita.
Penduduk promise Texas memulai untuk berlutut dan berdoa , setelah itu banyak pemulihan terjadi. Pemulihan dalam segala aspek kehidupan. Kebahagiaan sejati dan mujizat nyata. dialami oleh seluruh penduduk. Tuhan mau mendengar suara kita. Tuhan mau kita seperti anak anak kecil yang murni hati datang , merangkul dan duduk di kaki Yesus. Mari kita bersama berdoa untuk kota kita tercinta, mari kita bersama kita berdoa untuk Indonesia tercinta. This's time for REVIVAL!!
Saat Gabriel muncul, ada satu pesan yang menurut saya cukup menarik, Kadang saat ada seseorang dipakai Tuhan sebagai messengernya , masyarakat terkadang salah paham, dan mulai men"Tuhan" kan orang tersebut. Ini terjadi pada Gabriel, masyarakat yang melihat mujizat mengatakan " ini adalah karyaMu" berbondong datang kepada Gabriel. Dan....Gabriel mengatakan " i`m just HIS messenger. Don't praise me, Praise God who make things happen". Jangan me'Tuhankan" hamba Allah, karena mereka adalah alat Tuhan. Puji dan sembahlah Tuhan Allah yang hidup.
Di film ini ada hal yang paling membuat saya menitikkan air mata, saat Gabriel datang kepada seseorang yang dipanggil Doc, dia datang dan mengatakan " sudah waktunya engkau pulang ke rumah Bapa" . Dan doc mengatakan suatu kehormatan karena engkau yang diutus Bapa untuk menjemputku. Gabriel mengatakan " karena memang engkau layak dijemput" . Tak lama kemudian, doc melihat cahaya kemuliaan yang luar biasa indah, tak lama dari itu dia tersenyum dan meninggal. Saya teringat papa saya almarhum. Yang meninggal tiba2 tanpa sakit dan tersenyum. Saya meyakini bahwa malaikat Allah sendiri yang datang diutus untuk menjemput papa. Sungguh benar, papa sudah kembali pulang kerumah Allah Bapa di sorga. Dan saya yakin saat kita berkenan kepadaNya, kita pun akan kembali pulang ke rumah Bapa dengan indah dan bahagia. Kematian yang tampaknya mengerikan untuk orang dunia, namun tampak luar biasa indah untuk orang beriman. Bila ada yang menanyakan saya saat ini tentang kematian papa, tak lagi saya berdukacita, karena untuk saya papa tidak mati, namun papa hidup dan kembali pulang ke rumah Bapa yang kekal.
Amin.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar