Pre
Marital Check Up atau yang dikenal dengan Pemeriksaan Kesehatan Pra Nikah
merupakan pemeriksaan yang dilakukan sebelum pasangan menikah. Di luar negeri pemeriksaan ini rutin dilakukan
oleh setiap pasangan yang berencana akan menikah. Namun sebaliknyan di Indonesia
banyak pasangan yang hendak menikah justru menghindari hal tersebut. Mereka
kawatir bila diketahui kurang ataupun
tidak sehat. Harga diri diletakkan diurutan pertama ketimbang logika.
Banyak hal
yang akan lebih muda untuk di terapi bila suatu diagnosa diketahui sejak awal . Masyarakat
umumnya tidak sepenuhnya mengetahui status kesehatannya secara detil, apalagi
bagi yang tidak melaksanakan general check up rutin. Seseorang yang terlihat
sehat bisa saja sebenarnya adalah silent carrier/pembawa dari beberapa penyakit
infeksi & hereditas dan saat hamil dapat mempengaruhi janin atau bayi yang
dilahirkannya nanti. Pre-Marital Check Up terdiri atas beberapa kelompok tes untuk
pasangan yang akan menikah. Tes-tes ini dirancang untuk mengidentifikasi adakah
masalah kesehatan saat ini / yang akan muncul di kemudian hari saat pasangan
mengandung/memiliki anak.
Ada banyak Pre Marital Check Up di tawarkan di Rumah Sakit dan
laboratorium. Berikut akan saya ulas beberapa pemeriksaan yang termasuk dalam
Pre Marital Check Up .
Pre Marital Check Up , terdiri
dari :
1. Pemeriksaan fisik / klinis lengkap
Salah satu manfaatnya dapat diketahui status tekanan darah
pasangan. Tekanan darah yang normal adalah salah satu kunci
kesehatan.Tekanan darah tinggi/hipertensi berbahaya saat wanita hamil.
Hipertensi saat kehamilan salah satunya dapat menyebabkan pertumbuhan janin
terhambat. Selain itu apakah calon pasangan obesitas atau tidak. Obesitas dapat
mempengaruhi kesuburan. Obesitas selama kehamilan menyebabkan beberapa resiko
seperti diabetes, pre-eklampsia, meningkatnya resiko infeksi saluran kemih,
sulit untuk melahirkan tepat waktu, meningkatkan resiko keguguran dan kesulitan
saat melahirkan.
2. Pemeriksaan darah rutin meliputi kadar hemoglobin (hb),
hematokrit, sel darah putih (leukosit) dan faktor pembekuan darah (trombosit).
Bagi calon Ibu, perlu diketahui kadar hb nya apakah menderita
anemia / tidak, juga agar diketahui apakah calon Ibu mengalami ganguan faktor
pembekuan darah. Dari hasil pemeriksaan darah juga dapat diketahui apakah
pasangan mengalami kondisi kadar kolesterol tinggi yang meningkatkan resiko
penyakit jantung koroner dan stroke. Hal penting lainnya adalah
pemeriksaan gula darah , yang diperiksa sewaktu puasa dan tidak puasa agar
diketahui apakah calon Ibu mengidap diabetes mellitus, atau setidaknya memiliki
kelainan yang dapat berkembang menjadi diabetes mellitus, seperti intoleransi
glukosa. Ibu hamil yang menderita diabetes tidak terkontrol dapat mengalami
beberapa masalah seperti : janin yang tidak sempurna/cacat, hipertensi,
hydramnions (meningkatnya cairan ketuban), meningkatkan resiko kelahiran
prematur, serta macrosomia (bayi menerima kadar glukosa yang tinggi dari Ibu
saat kehamilan sehingga janin tumbuh sangat besar)
3. Golongan darah dan Rhesus.
Apabila Ibu bergolongan darah O sementara bayi bukan bergolongan
darah O adalah salah satu faktor resiko Jaundice/Kuning pada bayi (ABO
Incompatibility). Sementara bila diketahui Janin Rhesus (+) pada ibu Rhesus (-)
akan menimbulkan inkompatibilitas Rhesus yang bisa mengakibatkan kematian pada
janin. Dengan mengatahui Rhesus sebelum hamil, dokter dapat segera
mengatasinya.
4. Urinalisis lengkap
Agar diketahui adakah ISK/ infeksi saluran kemih dan adanya darah,
protein, dll yang menunjukkan adanya penyakit tententu. Penyakit ISK saat
kehamilan beresiko baik bagi Ibu dan bayi berupa kelahiran prematur, berat
janin yang rendah dan resiko kematian saat persalinan.
Pemeriksaan beberapa penyakit menular
1. HIV, Hepatitis B (HBV) dan Hepatitis C (HCV) .
Saat ini menurut WHO terdapat 4,1 juta jiwa di dunia terinfeksi
HIV, dimana 95% diantaranya berada di negara berkembang seperti sub-Sahara
Afrika dan Asia Tenggara. Berdasarkan data dari Kementrian Kesehatan Indonesia,
pada tahun 2012 ditemukan kasus HIV sebanyak 21.511 penderita dan jumlah ini
jauh meningkat dibanding tahun sebelumnya. Sementara untuk penderita Hepatitis
B saat ini diperkirakan sebanyak 1,8 milyar manusia dan 350 juta jiwa sudah
mengalami infeksi kronis. Sementara diperkirakan 170 juta jiwa di dunia
terinfeksi virus Hepatitis C .
2. Penyakit HIV, Hepatitis B dan C adalah penyakit yang mengancam
jiwa.
Infeksi virus ini dapat ditularkan melalui darah, hubungan seksual
dan cairan tubuh. Penularan HIV juga bisa melalui transfusi darah dan
transplantasi organ tubuh. Sementara penularan virus Hepatitis B&C rentan
terjadi pada pemakai obat-obatan terlarang melalui jarum suntik. Pemeriksaan
akan 3 (tiga) penyakit infeksi ini sangat penting karena virus-virus ini dapat
‘diam/tidur’ dalam jangka waktu yang lama tanpa menunjukkan gejala apapun.
Menikah dengan pasangan yang membawa virus-virus ini beresiko membahayakan
pasangan dan juga calon bayi.
3. TORCH (Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus, Herpes Simplex
Virus).
Infeksi TORCH saat kehamilan dapat menyebabkan keguguran, bayi
lahir prematur, atau bahkan kelainan bawaan pada bayi.
4. Venereal Disease Screen (pemeriksaan untuk penyakit syphilis) &
penyakit-penyakit lain yang ditularkan melalui hubungan seksual lainnya
(STI/Sexually Transmitted Infections)
Seperti chlamydia, gonorrhea, HPV/Human papillomavirus , herpes.
Penyakit-penyakit ini dapat menimbulkan masalah kesuburan dan saat kehamilan.
Pemeriksaan yang berhubungan dengan organ reproduksi dan kesuburan
1. Untuk wanita
Meliputi pemeriksaan USG agar diketahui kondisi rahim, saluran
telur, indung telur. Pemeriksaan lebih lanjut seperti HSG (Hysterosalpingogram)
untuk mengetahui kondisi tuba falopii dan adakah sumbatan akibat kista, polip
endometrium, tumor fibroid, dll. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk
wanita yang siklus haidnya tidak teratur atau sebaliknya berlebihan. Hormon
yang diperiksa misalnya hormon FSH (Follicle stimulating hormone), LH
(Lutenizing hormone) dan Estradiol (hormone estrogen).
2. Untuk pria
Selain dilakukan pemeriksaan fisik seperti pemeriksaan penis,
skrotum, prostat juga dilakukan pemeriksaan hormon FSH yang berperan dalam
proses pembentukan sperma serta kadar hormon testosteron. Dapat dilakukan juga
analisis semen dan sperma.
Alergi. Salah satu yang sering terlewatkan adalah alergi. Alergi
adalah sistem kekebalan tubuh yang bereaksi di luar normal terhadap beberapa
substansi (alergen) yang tidak berbahaya bagi sebagian besar manusia.
Kecenderungan seseorang memiliki alergi adalah karena faktor keturunan walaupun
tidak selalu orang tua yang memiliki bakat alergi akan menurunkannya kepada
anak-anaknya. Cukup penting untuk membuat daftar hal-hal yang memicu alergi
dari kedua pasangan terutama bila pasangan ada yang pernah mengalami reaksi
anafilaksis yang dapat menyebabkan kematian.
Semoga bermanfaat ulasan
mengenai Pre Marital Check Up ini. Sehingga tidak perlu ragu lagi untuk segera
memeriksakan diri . Bila diketahui sejak dini maka penanganan akan menjadi
lebih maksimal. Early Diagnosa is better
than has to cure Late Diagnosa. Happy
Wedding ……
·
Pemeriksaan sebaiknya di lakukan 3-6 bulan sebelum dilangsungkan
pernikahan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar